Jumat, 11 April 2014

Saat Banowati Menapik Cinta Arjuna

Diposting oleh Risa Puspitarini Sabandi di 17.15

MESKI perang Baratayuda telah berakhir, namun bukan berarti kemelut trah Barata pun menemui solusinya. Keturunan kurawa terus saja menebar teror, dan menggalang pemberontakan bawah tanah.

Di bawah komando Kertiwindu, anak dari Sengkuni, gerakan makar itu terus menjalar dan akhirnya membuahkan penyerangan ke kubu Pandawa, yang dipimpin Prabu Sawarka, keturunan dari Bomanarakasura, Raja Trajutrisna.

Disitu Sawarka dihasut untuk membenci dan membunuh Sri Kresna, yang sebenarnya merupakan kakeknya sendiri. Terpisah, di keputren Ngastina, Arjuna pun berusaha merajut cintanya kembali dengan Banowati, janda dari Raja Duryudana.

Namun, sepertinya cinta Arjuna bertepuk sebelah tangan, karena Banowati memilih tetap mempertahankan kehormatannya sebagai janda seorang Raja.

Ya, bumbu polemik itu tersaji secara apik, di tangan kedua dalang Ki Satrio Aribowo, dan Ki Srijoko Raharjo yang berduet dalam pagelaran wayang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sitinggil Keraton Surakarta, Sabtu (12/1/2014) malam.

Dengan keistimewaan masing-masing, Ki Satrio Aribowo menunjukkan kehebatannya dalam sabetan, sementara Ki Srijoko Raharjo menunjukkan kepiawaiannya dalam dramatisasi adegan.

Pentas itu sendiri merupakan pentas hari ke lima, dari tujuh malam pementasan wayang yang direncanakan. Untuk Minggu (13/1/2013) malam nanti akan tampil Ki Bagong Darmono, Ki Warsito Pethuk, dan Ki Kasim Purwo Wasito.

Sedangkan untuk Senin (14/1/2014) nanti akan tampil maestro sabet Ki Manteb Sudarsono.

0 komentar:

Posting Komentar

 

The Dark Puspita Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review